Berita-berita - 06.02.2013 Sistem Parkir RFID | SINERGI
  06 Feb 2013

Sistem Parkir RFID

apa itu sistem parkir RFID ??  Radio Frequency Identification System  atau yang lebih di kenal dengan RFID dengan system kerja berbasis “tag” dimana tag sebagai pengganti karcis/ stiker parkir memancarkan gelombang radio yang dapat ditangkap oleh RFID.  Sistem Parkir RFID ini pengembangan system barcode yang mana kalau dengan menggunakan system barcode masih berbasis garis-garis unik pada karcis parkir yang kemudian di scanner untuk membaca garis-garis unik tersebut. Keduanya memiliki kesamaan mengirimkan data-data yang merepresentasikan informasi kendaraan untuk diolah ke dalam system computer. Dan sekarang ini RFID memiliki terobosan lagi jadi dimplentasikan tidak harus menggunakan computer. Teknologi terbaru di dalam RFID sekarang dilengkapai dengan memory system Card Reader  sampai 1000 kartu per 1 RFID “ Mantap !! bisa menghemat biaya …..”

Cara Kerja RFID

Sebuah sistem Radio-Frequency Identification memiliki tiga bagian:

  • Sebuah scanning antenna
  • Sebuah transceiver dengan decoder untuk mengartikan data
  • A transponder – tag RFID – yang telah diprogram.

Scanning Antenna mengeluarkan sinyal frekuensi radio dalam kisaran yang relatif pendek. Radiasi RF melakukan dua hal:

  • Menyediakan sarana untuk berkomunikasi dengan transponder (tag RFID)
  • Menyediakan tag RFID + sumber daya untuk berkomunikasi (pada tag RFID pasif).

Ini adalah bagian penting dari teknologi; tag RFID tidak perlu berisi baterai, oleh karena itu dapat tetap digunakan untuk waktu yang lama (mungkin puluhan tahun).

Scanning Antenna dapat secara permanen ditempelkan ke permukaan, selain itu terdapat juga handheld antena . Alat-alat ini dapat mengambil informasi dalam bentuk yang kita perlukan. Misalnya, Anda bisa meletakkannya di ambang pintu untuk menerima data dari orang atau benda yang lewat.

Ketika suatu RFID tag melewati daerah antena scanning, RFID tag akan mendeteksi sinyal aktivasi dari antena. Hal ini akan mengaktifkan chip RFID, lalu ia akan mengirimkan informasi pada microchipnya untuk ditangkap oleh scanning antenna.

Selain itu, tag RFID ada dua jenis. Pertama, “Active RFID tag”,  memiliki sumber daya sendiri; keuntungan dari tag ini adalah bahwa reader dapat diletakkan lebih jauh namun tetap mendapatkan pancaran sinyal. Meskipun beberapa dari perangkat ini dibuat untuk digunakan hingga 10 tahun, namun alat ini tetap memiliki masa pakai terbatas. Kedua, “Passive RFID tag “, tidak memerlukan baterai dan berbentuk jauh lebih kecil serta memiliki jangka hidup yang hampir tak terbatas.

RFID tag dapat dibaca dalam beberapa keadaan, dimana barcode atau teknologi optik membaca lainnya tidak dapat berfungsi.

  1. Tag tidak perlu harus berada pada permukaan benda
  2. Waktu membaca biasanya kurang dari 100 milidetik
  3. Sejumlah besar tag dapat dibaca sekaligus (tidak satu persatu).

 

Berikut Video Project Pemasangan Sistem Parkir Berbasis RFID reader Long Range

at Perum Greenland Tidar Malang

 

    

 

Jika anda membutuhkan sistem parkir RFID seperti video diatas

segera Hubungi Kami Sekarang !

081217045132 / 087759740225